WAWANCARA YESUS DI KHITAN

Hahahhahaha lihat gambar nya saja sudah ngakak begene apa lagi baca wawancara berikut.

inilah Wawancara Imeijer : “YESUS DI KHITAN !”

Sperti halnya kelaziman umat yahudi, maka Yesuspun pada usianya yang ke 8 hari juga disunat. Sebelum ritual penyunatan tersebut dimulai, berikut petikkan wawancara dari salah satu media langsung dengan Yesus..


Media: Wah senangnya bisa hadir disini untuk menyaksikan acara sunat Tuhan. Terimakasih atas undangannya Tuhan.

Yesus: Sama-sama.. terimakasih juga atas kedatangannya..

Media: Bagaimana perasaan Tuhan menjelang detik-detik penyunatan?

Yesus: Wah stres juga sedikit nih.. perut jadi mules kalau membayangkan sunat nanti..

Media: Tuhan, apa perlu Tuhan pakai sunat segala?

Yesus: Sebetulnya kalau mau ikut kata hati sendiri, saya lebih baik gak usah sunat. Karena kan, kebaikan seseorang tidak ditentukan oleh apakah dia telah di sunat atau belum.. Tapi karena dulu saya juga yang memerintahkan kepada nabi-nabi Israel supaya bersunat agar bangsa yahudi berbeda dengan bangsa lain, yaaah terpaksa saya juga harus mau disunat.. Soalnya kan saya sekarang posisinya sedang menjelma menjadi orang yahudi..

Media: O gitu, kalau dulu Tuhan lahir dari orang jawa maka gak perlu dong di sunat?

Yesus: Tepat sekali.. Kamu tambah pinter aja..

Media: Yah ini kan berkat dari Tuhan.. Kira2 darahnya merah gak yach? Atau mejikuhibiniu kayak pelangi?

Yesus: ya merah lah,sy kan sudah bilang,skrg sy sedang menjelma jadi manusia.

Media : Nanti penyunatannya pakai sinar laser atau cara tradisional, Tuhan?

Yesus: Terserah dan semampunya orang tua saya.. Kamu kan tau sendiri kondisi ekonomi orang tua saya..

Media: Iya sih.. Saya cuma bertanya-tanya aja karena Tuhan bercampur dengan unsur manusia, takut sunatnya tidak berhasil kalau pakai cara tradisional..

Yesus: Ya enggak lah, daging saya kan daging manusia biasa..
Oke gitu dulu wawancaranya ya..
Saya sudah mau di sunat nih..

Media: Baik Tuhan.. Terimakasih atas wawancaranya..
***

hihihi.
Apakah Anda bisa membayangkan Tuhan yang dikhitan?

Yesus, ketika berumur delapan hari, dengan dibuka celananya, kemaluannya dipegang oleh seorang tukang sunat yang siap memotong kulit khatan Yesus.
Anda bisa membayangkan Tuhan yang memiliki kelamin?
Anda bisa membayangkan Tuhan yang memiliki alat pengeluaran , yang setelah makan dan minum, ia akan mengeluarkan sisa-sisa dari alat pengeluaran itu?

Dapatkah Anda membayangkan bahwa Tuhan mengeluarkan sesuatu yang kita anggap sebagai najis?
Lebih dari itu, dapatkah Anda membayangkan Tuhan menyembah Diri-Nya sendiri dengan menuruti hukum Taurat karena tidak mau dianggap sebagai orang kafir?

Lagi firman Allah kepada Abraham: Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.
Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.(Kejadian 17: 9-14)

Mungkin ente2 menyangkal dengan berkata bahwa Yesus pada saat itu masih bayi dan tidak dapat menolak apa-apa yang dilakukan orang kepadanya.
Aku katakan: justeru perkataan seperti itu semakin menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan.
Jika benar dia Tuhan, tentu dia sanggup menolak perbuatan orang lain terhadap dirinya walau tubuhnya masih seperti tubuh bayi.

Apakah ada yang mustahil bagi Tuhan? Dapatkah Anda membayangkan bahwa Anda bisa memaksa Tuhan?

Dapatkah Anda bayangkan bahwa Anda dapat memegang Tuhan yang tidak berdaya melawan Anda ketika Anda hendak menyunatnya?
Atau mungkin ente2 menyangkal dengan berkata bahwa pada saat itu Yesus belum menjadi Tuhan?
Anda dapat membayangkan bahwa ada suatu masa di mana saat itu belum ada Tuhan?
Anda dapat membayangkan bahwa Yesus baru menjadi Tuhan setelah dia dewasa (dan ketika bayi dia bukanlah Tuhan)?
Anda dapat membayangkan ada manusia yang tadinya adalah manusia biasa kemudian berubah menjadi Tuhan?
Ultra man kaleee.

TERAKHIR: KATANYA YESUS ROH KUDUS dan BAPA adalah SATU?
Jadi waktu yesus di sunat apakah bapa juga di sunat?
Ketika yesus netek sama ibu nya apakah bapa dan Roh kudus ikut netek di susu ibu nya?
Sejak kapan yesus menyatu dgn bapa?
Wah gawat ne si bapa,,saat yesus netek di ibu nya,si bapa ikut andil,pas di salib malah mereka tinggalkan yesus sampai2 yesus teriak Eli eli lama sekali hehehe
**

naaaah monggo di jawab n jangan OUT OF TOPIK ALIAS OOT BIAR JELAS TUCH KITAB SBG PETUNJUK,OKOK.

Wassalaaaaam.

Iklan

18 Comments

  1. hahaha… tulisan yang sangat “islami” … penuh dengan kesombongan, penghinaan, dan pelecehan.. persis seperti yg diajarkan pak ustad bahwa sebagai agama termulia, Islam harus menginjak-injak agama yang lain yang salah, kalo perlu disertai dengan pembunuhan karakter dan pembunuhan fisik.. hehe… mantap!!
    (untungnya gw udah bukan islam lagi… 😀 )

  2. Tulisan ini menarik. Walau sekilas tampak sekedar lelucon yang sarkas, tetapi sebenarnya mengandung makna yang dalam. Kok bisa-bisanya yang kita sebut ALLAH yang MAHA BESAR bisa begitu manusiawi, bahkan seperti manusia kebanyakan ?

    Faktanya dari abad pertama sampai dengan abad 21 ini, banyak orang yang meyakini hal itu. Ada dua kemungkinan menjelaskan fakta tsb:
    >>1.Apakah orang2 itu memegang keyakinan itu dgn tulus demi Tuhannya, ataukah mereka sengaja mempertahankan kebohongan untuk keuntungan sesaat/duniawi dan kebohongan tsb dipelihara turun-temurun (orangtua dan anak2 kongkalikong untuk berbohong) ?
    2. Apakah orang2 tsb begitu bodoh sehingga tertipu oleh ajaran palsu, dan ajaran palsu tsb diteruskan turun-temurun dari generasi ke generasi selama 21 abad sehingga mereka semakin lama semakin bodoh?

    Tentu saja jawaban kedua pertanyaan itu tergantung penilaian kita masing2. Dan tentu, mengamati perilaku dan sikap komunitas mereka (yg disebut Gereja) dan terutama pengalaman kita bila bergaul langsung dengan mereka, akan memberi bahan yg berguna untuk membentuk penilaian kita atas 2 pertanyaan di atas.
    Disamping itu, ada beberapa bahan pertimbangan berikut ini:
    >>Untuk pertanyaan no.1: selama 2000 tahun lebih, banyak orang yg berani menanggung resiko duniawi (menderita, rugi, mati, dll) demi kepercayaan mereka itu. Bahkan banyak orang yg rela meninggalkan harta, status sosial, tidak menikah, membaktikan seluruh hidup mereka, kembali menjadi nol demi kepercayaan mereka. Tentu hal ini adalah konyol bila mereka sekedar berniat memelihara kebohongan untuk keuntungan sesaat.
    >>Untuk pertanyaan no.2: apakah mereka korban ajaran yang salah/palsu? Mungkin. Tetapi disini kita tidak bicara mengenai satu-dua orang, atau seratus-seribu-sejuta orang. Jadi, ada banyak orang dari abad ke abad, selama 20 abad lebih yg tertipu? Siapakah yg meciptakan ajaran palsu yg hebat tsb sehingga tetap diikuti banyak orang selama 20 abad? Padahal ada banyak di antara mereka yg mendedikasikan seluruh hidup dan waktunya untuk mempelajari teks-teks dan tradisi ajaran mereka, kata demi kata, bahkan dengan pendekatan ilmiah modern seperti arkeologi, hermeneutik, seni & sastra, textual critics, dll dalam banyak perguruan tinggi yg mereka dirikan?

    Dear Karina Seftyani…, sebelum kita buru2 mencap orang Kristen itu “pembohong” atau “korban ajaran palsu yg bodoh”, marilah menimbang dgn bijaksana. Memang tidak semua dari mereka itu orang yang baik, banyak juga yg jadi penjahat. Dan walaupun Anda belum bisa mengerti ttg KEPERCAYAAN mereka, tetapi tentunya mereka mempunyai ALASAN YANG KUAT tentang kepercayaan mereka. Dan seperti umat beragama pada umumnya, mereka berusaha jatuh-bangun, untuk mengamalkan apa yg mereka percayai dalam hidup sehari-hari, mereka berharap bisa menjadi orang yang baik & berguna bagi sesamanya, siapapun juga…..

  3. Dalam Islam khan ada Nabi Isa, kalau umat Muslim menghina TUhan Yesus, itu artinya dia menghina Nabi Isa, anehnya, kalau memang “kisah tentang Nabi Isa” itu bertentangan dengan ajaran Islam, kenapa tidak dihapus aja di Al Quran, selesai khan ?

  4. Kita semua akan tahu kebenarannya setelah mafi nanti, gak usah menghina satu sama lain,, kita kan hanya mendengar dn membaca di kitab masing2, gk pernah melihat langsung. Apa kita bisa bersaksi tentang agama tanpa melihat? Tidak! Kita hanya menceritakan apa yang diceritakan ‘senior’ kita. Kemudian kita memilih dgn hati dn keyakinan,, kalau agamamu benar menurutmu, lakukanlah sesuai ajaranmu secara manusiawi

Silahkan Komentar dan Berbagi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s