Pertentangan dalam Penciptaan Alam

Menjelang sore di awal Juni, seorang pria setengah baya mendatangi sekretariat FAKTA. Ia menanyakan ayat al-Qur’an yang menurutnya kontradiktif (bertentangan). Ayat yang dimaksud adalah surah Fushshilat dan surah Yunus tentang waktu penciptaan alam semesta.

Menurutnya, dalam Fushshilat ayat 9, bumi diciptakan dalam 2 hari. Ayat 10, penciptaan gunung dalam 4 hari. Ayat 12, langit diciptakan dalam 2 hari. Ia menyimpulkan, penciptaan alam memakan waktu 8 hari (2+4+2=8). Artinya, surah ini bertentangan dengan surah Yunus ayat 3 yang menyatakan alam semesta duciptakan dalam 6 hari.

Pertanyaan seperti ini sering diajukan kalangan non Muslim melalui SMS, email atau surat pada tim FAKTA. “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan…” (QS Yunus:3).

Surah Fushshilat yang dianggap bertentangan dengan surah Yunus 3 adalah “Katakanlah : ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kami adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam” (QS Fushshilat:9).

“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung – gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan – makanan (penghuninya) dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” (QS Fushshilat :10). “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa.” (QS Fushshilat: 12).

Ketika membaca surah Fushshilat ayat 9-10, para pendusta al-Qur’an hanya terpaku pada angka – angka, tanpa meneliti redaksinya sehingga ada kesalahan (salah kaprah) yang disengaja ketika membaca surah ini. Jika dicermati, Fushshilat 9 hanya menyebutkan penciptaan bumi dalam 2 masa (fii yaumain). Sementara Fushshilat 10 menceritakan masa penciptaan bumi dan segala isinya (gunung, tumbuhan, hewan, dan lainnya) dalam 4 masa (fii arba’ati ayyaam). Sedangkan, Fushshilat 11-12 menyebutkan, Allah menciptakan langit (saja, red) dalam 2 masa.

Dari Fushshilat 9 dan 10 dapat dipahami bahwa Allah menciptakan bumi selama 2 hari, menjadikan gunung dan semua isi bumi dalam 2 hari dan menciptakan langit juga 2 hari. Dari Fushshilat 9-12 disimpulkan, masa penciptaan bumi, isi bumi dan langit adalah 6 hari (2+2+2). Jadi ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan surah Yunus.

A. Hassan dalam Tafsir Al-Furqan membuat analogi menarik untuk menjelaskan pengertian surah Fushshilat 9 dan 10. Seseorang berkata, “Saya berjalan dari Surabaya ke Semarang dalam 2 hari dan ke jakarta dalam 4 hari.”. Maksudnya, perjalanan dari Surabaya ke Semarang dua hari. Semarang ke Jakarta juga 2 hari. Sedangkan jika di tmpuh langsung dri Surabaya ke Jakarta perlu waktu 4 hari.

Proses penciptaan alam yang dikemukakan al-Qur’an ini sangat ilmiah dan tidak janggal. Sebaliknya, Bibel justru menyimpan kemusyrikan dalam menjelaskan penciptaan alam. Berikut di antaranya :

Hari Pertama, Tuhan menciptakan langit dan bumi dalam keadaan kosong dan gelap gulita. Lalu, menjadikan terang yang memisahkan pagi dan petang. (Kejadian 1 :1-5).

Hari Kedua, Tuhan menciptakan langit (Kejadian 1:6-8).

Hari Ketiga, Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:9-13).

Hari Keempat, Tuhan menciptakan matahari dan bintang (Kejadian 1:14-19).

Hari kelima, Tuhan menciptakan bintanang laut dan burung (Kejadian 1:20-23),

Hari Keenam, Tuhan menciptakan makhluk hidup, ternak, binatang dan Adam, manusia pertama (Kejadian 1:24-31).

Hari ketujuh, Tuhan berhenti dari segala pekerjaan-Nya yang disebut sebagai Hari Sabat Tuhan (Kejadian 2:2, Keluaran 20:10-11, Ulangan 5:14).

Kisah pnciptaan alam versi Bibel ini, sangat bertentangan dengan sains, Hari pertama, Tuhan menciptakan bumi lengkap dengan terang dan gelap sehingga ada siang dan malam. Padahal, Bibel menerangkan matahari baru diciptakan pada hari keempat. Bukankah tak akan ada siang dan malam tanpa matahari?

Kemudian, diciptakan tanaman dan pepohonan pada hari ketiga. Aneh bukan? Bagaimana tumbuhan bisa hidup tanpa matahari? Bukankah tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk proses fotosistesis dan proses alam lainnya?, seharusnya, matahari diciptakan lebih dulu sebelum penciptaan siang – malam dan tumbuhan.

Para pendusta al-Qur’an tak memahami pengertian “kontradiksi”, sehingga menimbulkan misinterpretasi. Berikut contoh kontradiksi yang nyata. Bibel menyebut batasan umur manusia maksimal 120 tahun saja.

“Berfirmanlah Tuhan : Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja,” (Kejadian 6:3).

“Maka berkatalah Tuhan, Aku tidak memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka makhluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur mereka tidak akan melebihi 120 tahun,” (Kejadian 6:3, Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari).

Batasan usia dalam Bibel ini ternyata salah. Faktanya, banyak orang yang usianya lebih dari 120 tahun. Antara lain, Nabi Adam hidup selama 930 tahun (Kejadian 5:3-5), Nuh berusia 950 tahun (Kejadian 9:29), Set berumur 912 tahun (Kejadian 5:6-8), Enos hidup selama 905 tahun (Kejadian 5:9-11), Kenan berumur 910 tahun (Kejadian 5:12-14). Mahalaleel selama 895 tahun (Kejadian 5:15-17), Yared berumur 962 tahun (Kejadian 5:18-20), Henokh usianya sampai 365 tahun (Kejadian 5:21-23), Metusalah berumur 969 tahun (Kejadian 5:25-27), Sem hidup selama 600 tahun (Kejadian 11:10-11), dan lainnya.

Hal yang serupa tak akan ditemukan dalam al-Qur’an. (sabili)

Iklan

Silahkan Komentar dan Berbagi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s