YESUS TELAH MENIKAH

Salah satu mitos yang ada pada orang-orang pagan,penyembah berhala- atau dalam Islam sering disebut sebagai orang-orang musyrik adalah adanya korban persembahan untuk dewa agar tidak murka dan bersedia memberikan berkah kepada manusia, hampir mirip dengan mitos yang ada pada sebagian orang-orang Jawa yang mempersembahkan sesajen kepada Nyi Roro Kidul sebagai penguasa laut Selatan, di mana sesajen tersebut ditujukan agar Nyi Roro Kidul tidak murka dan berkenan memberikan rizki kepada mereka, begitu juga dengan mitos korban persembahan kepada dewa-dewa oleh orang-orang pagan/ musyrik, sesajennya ?korban persembahan– adalah berupa seorang gadis sejati dalam arti belum pernah tersentuh oleh seorang lelaki atau belum menikah.

Dalam ke-Kristen-an, ada doktrin yang mirip dengan mitos orang-orang Musyrik tersebut atau sesajenan untuk Nyi Roro Kidul, yaitu adanya doktrin yang mengharuskan meyakini Yesus sebagai korban persembahan untuk menebus dosa yang pernah dilakukan oleh Adam, di mana menurut doktrin tersebut, akibat dosa yang dilakukan oleh Adam ?sering disebut sebagai dosa warisan-, Adam dan keturunannya tidak lagi hidup kekal dalam taman Eden seperti rencana Tuhan mula-mula, dengan kata lain akibat dosa tersebut manusia akan binasa atau tidak selamat alias akan masuk neraka, oleh karena itu diperlukan korban persembahan agar manusia dapat memperoleh keselamatan dan masuk dalam kerajaan sorga.

Menurut doktrin tersebut, korban persembahan penebusan dosa– haruslah seorang manusia yang tidak pernah melakukan dosa,orang suci- sekaligus seorang tidak menikah, menurut doktrin tersebut, Yesus adalah manusia yang tidak pernah melakukan dosa dan tidak menikah sehingga masuk Kriteria sebagai korban penebus dosa, dan menurut doktrin tersebut, Yesus memang diciptakan untuk menebus dosa tersebut, Benarkah Yesus tidak pernah melakukan dosa dan tidak pernah menikah sehingga layak sebagai penebus dosa ?

Dalam artikel sebelumnya yang dengan judul YESUS MENGAKU BERDOSA– Telah kita bahas bahwa Yesus adalah juga manusia yang tidak terlepas dari berbuat dosa dan secara tidak langsung Yesus sendiri telah mengakui sebagai manusia yang mempunyai dosa, sehingga dari sisi tersebut saja, Yesus tidak layak untuk dijadikan objek korban persembahan penembus dosa yang pernah dilakukan oleh Adam.

Dalam kajian berikut ini, kita akan menelusuri kisah Yesus dalam Injil yang dikarang manusia dan telah menjadi kitab pegangan dalam agama Kristen, ternyata dalam kitab tersebut ada ayat yang sangat kuat menunjukkan bahwa Yesus telah menikah dengan seorang wanita mantan pelacur yang telah bertaubat, sehingga doktrin penebusan dosa yang mengharuskan seseorang yang suci dan tidak menikah tidak terpenuhi oleh diri seorang Yesus.

PERBUATAN MANTAN PELACUR
Dalam Injil yang dikarang Lukas pasal 7 ayat 36, dikisahkan, suatu ketika Yesus datang ke rumah Simon memenuhi undangan makan, ketika Yesus dan Simon sedang makan-makan, datanglah seorang wanita mantan pelacur yang sangat terkenal reputasi pekerjaannya sebagai pelacur hendak menemui Yesus.

Wanita tersebut datang menemui Yesus dengan membawa buli-buli pualam yang berisi minyak wangi, sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Simon merasa risih dengan sikap apa yang dilakukan wanita tersebut terhadap Yesus dihadapannya, dalam hatinya Simon berkata :

“Jika Yesus seorang nabi, tentu ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamahnya ini; tentu ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

Ungkapan Simon tersebut menggambarkan betapa tidak pantasnya apa yang dilakukan oleh wanita tersebut kepada Yesus, sangat mungkin apa yang dinilai oleh Simon adalah perbuatan tersebut adalah suatu perbuatan yang menyalahi norma yang ada.

Rupanya Yesus sangat bertenggang rasa dan sangat mengerti apa yang ada dalam benak Simon yang mengundangnya, berkatalah Yesus kepada Simon untuk menetralisir apa yang dipikirkan Simon agar Simon tidak berpikiran yang macam-macam :

“Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.”

“Katakanlah, Guru.”

“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia ?” Tanya Yesus kepada Simon.

“Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutang-nya.” Jawab Simon

“Betul pendapatmu” Kata Yesus membenarkan.

Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Yesus berkata kepada Simon:

“Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-ku, tetapi dia membasahi kaki-ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.

Engkau tidak mencium aku, tetapi sejak aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-ku.

Engkau tidak meminyaki kepala-ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-ku dengan minyak wangi.

Sebab itu aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.

Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia ber-buat kasih.”

ISTRI YESUS
Segenap pembaca Kristen dalam membaca kisah tersebut yang terdapat dalam Injil karangan Lukas, tentu akan memahami bahwa sikap perempuan tersebut adalah sikap kasih-nya yang amat sangat kepada Yesus yang telah mengampuni dosa-dosanya.

Tetapi pemahaman ini adalah pemahaman yang terdoktrinasi oleh pengarang Injil dan yang tidak melihat sisi yang lain, misalnya, mungkinkah Yesus membiarkan saja seorang wanita mantan pelacur menjamah dirinya dengan menciumi kakinya dan menyekanya dengan rambutnya sampai-sampai Simon yang ada dihadapannya risih melihat perbuatan perempuan tersebut.

Apakah dibenarkan oleh agama dengan alasan mengasihi orang yang telah mengampuninya dengan menciumi kakinya dan membelai dengan rambutnya dan meminyaki dengan minyak wangi di mana Yesus adalah orang lain dari perempuan tersebut.

Bukankah Yesus pernah bersabda dalam Injil karangan yang lain :

“Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu. Matius 5:28-29

Tentu saja Yesus tidak sekedar memandang perempuan tersebut, melainkan Yesus telah merasakan belaian dan ciuman perempuan tersebut. Kalau perempuan tersebut adalah orang lain dan bukan apa-apa Yesus, tentulah Yesus telah berzinah dan telah melanggar apa yang telah disabdakannya sendiri seperti yang terdapat dalam ayat di atas.

Tentulah, Yesus sebagai seorang nabi utusan Allah, tidak akan membiarkan seorang perempuan jika bukan apa-apanya katakanlah bukan istri Yesus melakukan perbuatan tersebut terhadap diri-nya. Bila kisah itu benar adanya, pastilah perempuan tersebut ada hubungan suami-istri dengan Yesus.

Benarkah perempuan tersebut istri Yesus ?, mari kita telusuri ayat-ayat yang terdapat dalam Bible dan makna tersembunyi yang ada dalam kisah Yesus tersebut.

RITUAL PERNIKAHAN
Di dalam Bible, Kitab Kidung Agung pasal 1:2-4 dikisahkan tentang ritual pernikahan sebagai berikut :

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!

Dalam ayat tersebut ada point-point penting :

– Mencium
– Harum bau minyak
– Tariklah aku dibelakangmu

Point-point tersebut adalah khas dalam ritual pernikahan bangsa Yahudi, dan ketiga point tersebut terdapat juga dalam kisah perempuan yang datang menemui Yesus di rumah Simon, mari kita lihat ayatnya :

“Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.” Lukas 7:38

Adanya kesamaan antara yang dilakukan oleh perempuan itu terhadap Yesus dengan ritual pernikahan bangsa Yahudi, sangat kuat mengindikasikan bahwa apa yang sedang dilakukan perempuan itu terhadap Yesus adalah sebagai ritual pernikahan dirinya dengan Yesus.

Bila yang dilakukan perempuan itu terhadap Yesus ditafsirkan sebagai ritual pernikahan, maka hal itu tidak bertentangan dengan sabda Yesus dan hukum Taurat, namun bila yang dilakukan perempuan itu ditafsirkan sebagai kasihnya kepada Yesus karena dosa-dosanya telah diampuni, maka antara Yesus dengan perempuan itu telah terjadi perzinahan karena perempuan itu bukan muhrimnya dan sesuai hukum Taurat harus dihukum mati.

Tidak mungkin dengan alasan apapun Yesus mengizinkan seorang perempuan menciumi dirinya jika perempuan itu bukan istrinya.

Yesus Tidak Layak Sebagai Penebus Dosa
Adanya indikasi kuat bahwa Yesus telah menikah, maka menjadikan Yesus sebagai korban persembahan untuk menebus dosa yang pernah dilakukan oleh Adam adalah nampak mengada-ada dan hanya berupa doktrin belaka yang harus diyakini begitu saja tanpa melihat kebenaran kisah Yesus yang sesungguhnya dan harus mengabaikan kontradiksi yang sangat mencolok. Kontradiksi yang dimaksud adalah di satu sisi Yesus menyatakan bahwa memandang saja sudah termasuk zinah tetapi Yesus sendiri membiarkan dirinya diciumi oleh seorang mantan pelacur. Apalagi doktrin penebusan ini sangat mirip dengan mitos yang ada pada bangsa-bangsa penyembah berhala, nampakanya doktrin penebusan dosa hanyalah hasil copy dari ajaran para penyembah berhala dan bukan dari Allah.

Tentu saja para pengarang Injil sangat berkepentingan untuk menyembunyikan pernikahan Yesus karena untuk mendoktrin pembacanya bahwa Yesus telah mati di tiang salib untuk menebus dosa yang pernah dilakukan oleh Adam dan sebagai syarat-nya adalah tidak pernah melakukan dosa dan tidak menikah.

Dalam Al-Qur?an diisyaratkan, bahwa para nabi oleh Allah SWT diberi istri bahkan keturunan :

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan??. . (QS. 13:38)

Dan Brown, pengarang The Davinci Code novel yang sangat kontroversial, mengisahkan memang Yesus telah menikah dengan Maria Magdalena mantan pelacur yang telah menciumi Yesus di rumah Simon dan mempunyai keturunan, hanya saja keturunan Yesus ini telah lenyap dan tahta kerajaan Yesus akhirnya berpindah ke Roma. (al-islahonline)

Pertanyaan bagi rekan Kristiani Apakah anda percaya? You Decide!!

APAKAH ANDA MASIH BANGGA DENGAN SEJUTA DOKTRIN BULLSHIT KRISTEN??????????

 
JANGAN LUPA BACA ARTIKEL LAIN NYA
 

Iklan

4 Comments

  1. Ping balik: TAHUKAH ANDA?? KHATOLIK SARAT DGN PAGANISME | KARIN TERCERAHKAN

  2. Hai bung, terima kasih sudah menulis demikian. Tapi ketahuilah, penalaran “freethinking” Anda yang tidak menggunakan KASIH dalam menyampaikannya hanya akan memalukan diri Anda, agama Anda dan Kepercayaan Anda.

    Pertama, sikap menyinggung kepercayaan lain TIDAK diajarkan di dalam Al Qur’an. Kedua, Kitab Qur’an JUGA menuliskan sejarah tentang Nabi Isa. Sebelum Anda menganalisa lebih jauh tentang Nabi Isa, saya mau bertanya, Anda lebih mempercayai Al Qur’an sebagai sumber dan pegangan hidup yang sejati, atau Anda jangan-jangan lebih mempercayai buku novel The Davinci Code?…

  3. ehm, selain Kristen ada ga??
    tolong dilihat pejabat negara yang mayoritas Muslim??
    apakah mereka mendukung anda dalam blog ini?? jwb.na TIDAK tapi mreka malah Korupsi, berzinah, penuh dengan kepicikan!!! sya tidak menyalahkn Islam sya hanya merasa kasihan aja knpa musti Muslim yg brbuat sperti itu??
    saya c hanya memaklumi blog ini aja..
    Sesama Muslim aja ga da perhatian.na Pa lagi dngan Umat lain???
    bgitu hinakah kami ini yg umat Kristen??
    adakah orang Kristen yg menghina Muslim??

    knapa anda tidak menulis blog yg menguatkan iman umat Muslim??
    apakah anda kerasukan setan saat menulis blog ini?? mengapa seakan2 anda ingin mengangkat pedang dan membunuh kami??
    apakah ini yg mncerminkan umat Muslim??
    bagaimanakah jika saya membuat blog tentang agama anda dengan menghubungkan dongeng anak kecil?? bgaimanakh perasaan anda?? Pasti.na marah donx…
    klo marah dmanakh Toleransi yg Umat Islam triak2an??
    satu hal yg pasti, bahwa Tuhan itu “ADA” dan tak menginginkan kita umat.na saling menghina…
    GBU

Silahkan Komentar dan Berbagi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s