Tahukah Anda? Ada Angka Iblis ‘666’ di Tiap Barcode

imageBarcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.

Pada awalnya orang banyak percaya bahwa pencantuman Barcode pada suatu produk pabrikan semata hanya untuk mempermudah pengindentifikasian dan klasifikasiannya. Namun pada perkembangannya kemudian, Barcode dicurigai sejumlah kalangan sebagai salah satu alat bagi pihak Konspirasi Internasional untuk menguasai dunia menuju apa yang sekarang dikenal dengan istilah “The New World Order” :, Tata Dunia Baru. Suatu keadaan di mana seluruh negara-bangsa di dunia ini tunduk pada kekuasaan Amerika Serikat.

Dengan ambruknya imperium Soviet Rusia di paruh akhir 1980-an, maka situasi dunia kian cepat menuju ke arah ini, di mana Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara adidaya yang tiada tandingannya di seluruh dunia.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tahukah Anda: Mengapa 13 Dianggap Angka Sial?

imageDi seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.

Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit (Triskaidekaphobia/red).

Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki.

Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Baca lebih lanjut

UPAYA PLAGIATOR Membendung Syari’at Islam

imageKEKACAUAN politik berawal dari kacaunya sistem pemerintahan negara. Kerusakan masyarakat disebabkan rusaknya para pemimpin.

Simposium dan Sarasehan Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan UGM, KAGAMA, LIPI dan Lemhanas 14-15 Agustus 2006 di Jogjakarta melahirkan kesimpulan menarik, yang meragukan kesaktian Pancasila. “Pancasila bukanlah ideologi dan doktrin yang lengkap, yang begitu saja dapat diterjemahkan atau dijabarkan dalam tindakan, tetapi merupakan orientasi, memberikan arah ke mana bangsa dan Negara harus dibangun.

Senada dengan itu, Mochtar Pabottinggi, pengamat politik LIPI mengatakan bahwa Pancasila bukanlah ideologi Negara melainkan vision of state yang mendahului berdirinya Republik Indonesia (Republika 1/6/’06).

Sebagai dasar negara, Pancasila memang tidak memiliki parameter dan ukuran yang jelas sehingga memberi peluang bagi siapa saja untuk menafsirkan sesuai dengan latar belakang pemikiran dan kepentingannya.

Ketika presiden pertama RI Soekarno yang mempopulerkan Pancasila sebagai dasar Negara berkuasa, maka Pancasilais sejati adalah pendukung Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Zaman Soeharto Pancasilais sejati mengacu kepada doktrin Eka Prasetya Pancakarsa (P-4 alias Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan mendapat justifikasi dengan pola penataran P-4 hingga berpuluh-puluh jam lamanya.

Baca lebih lanjut

Flash Gordon dan Freemasonry

Oleh: Aris Hardinanto*
az9ztlSuatu malam tanggal 18 Juli 2008 sebuah sms (short message service) diterima di inbox penulis. Pengirim dari +6281x3x485xxx yang mengaku bernama Dika Jember tersebut menulis sebuah pesan “Tlg liat film di tv tntang Flash Gordon, byk simbl Freemsn, thks, dika jmbr” kurang lebih maksud pesan tersebut adalah “Tolong lihat film di tv tentang Flash Gordon, banyak simbol Freemason, thanks, Dika, Jember”. Saya pun membalas sms tersebut dengan mengucapkan terima kasih atas pemberitahuan dari dirinya dan meminta izin agar pesan dan nomor dia saya gunakan dalam tulisan saya; dia pun mengijinkan dengan syarat nomor Hp dia jangan di blow up semua. Tepat pukul 23.30 saya pun sudah nangkring di depan tv untuk menyaksikan dan membuktikan sms saudara sesama muslim tersebut. Sejak awal cerita sebenarnya sudah tercium gelagat mencurigakan yaitu dengan munculnya kalimat-kalimat seperti “Kesatuan Alam Semesta Raya”, “Alam Semesta” dan “penciptaan” yang familiar ditelinga kita tentang alam jagat raya.

Baca lebih lanjut

Perancis Selatan, Sarang Kabbalah (Bag.1)

Kabbalah atau Qibil dalam bahasa Ibrani awalnya adalah istilah yang netral, yang secara harfiah memiliki arti sebagai ‘lisan’. Namun belakangan, ketika kaum Yahudi menggunakan istilah ini untuk menyembunyikan dan memelihara kepercayaan mistis-esoteris kelompok mereka, maka istilah ini menjadi sangat politis.

Encarta Encyclopedia (2005) menuliskan bahwa istilah Kabbalah berasal dari bahasa Ibrani yang memiliki pengertian luas sebagai ilmu kebatinan Yahudi atau Judaism dalam bentuk dan rupa yang amat beragam dan hanya dimengerti oleh sedikit orang.

Kabbalah ini mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah-naskah kuno Judaisme. Walau demikian, diyakini bahwa Kabbalah sesungguhnya memiliki akar yang lebih panjang dan merujuk pada ilmu-ilmu sihir kuno di zaman Fir’aun yang biasa dikerjakan dan menjadi alat kekuasaan para pendeta tinggi di sekitar Fir’aun.

Baca lebih lanjut

Perancis Selatan, Sarang Kabbalah (Bag.2)

Rennes le ChâteauDi Rennes-le-Château yang berada di wilayah Languedoc, sejak lama berdiri sebuah gereja kecil yang dipersembahkan kepada Maria Magdalena. Konon, gereja ini sudah ada sejak zaman Visigoth di abad ke-6 Masehi.

Beberapa mil di tenggara Rennes-le-Château, berdiri sebuah puncak gunung yang dikenal sebagai Bézu. Di puncaknya, berserakan puing-puing benteng abad pertengahan. Di lokasi tersebut pernah berdiri salah satu kuil Ksatria Templar yang menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Phillipe le Bel dan Paus Clement V.

Satu mil ke timur laut, pada puncak lainnya berdiri sisa-sisa puri Blanchefort, sebuah rumah leluhur Bertrand de Blanchefort, Grand Master ke-4 Ksatria Templar. Sejak dahulu, daerah itu sudah menjadi rute perjalanan para peziarah yang terbentang dari Eropa Timur hingga Santiago de Compastela di Spanyol. Sebuah wilayah yang dipenuhi aroma mistis, legenda, mitos, dan juga bau darah. Para peziarah Eropa Utara dan Timur sejak dulu selalu melalui wilayah ini sebelum mereka berlayar menuju Jaffa, kota pelabuhan di tanah Palestina, setelah melintasi Laut Tengah melewati perairan utara Tunisia, Pulau Sardinia dan Sisilia di selatan Itali, dan Malta, menuju Kota Suci Yerusalem.

Kisah tentang desa kecil nan misterius ini berawal dari kedatangan Pastur Francois Bérenger Sauniére (1852-1917). Sauniere (33) berasal dari Desa Montazels, dekat Rennes le Château.

Baca lebih lanjut

Perancis Selatan, Sarang Kabbalah (Bag.3/Tamat)

ISI ARTIKEL >>>

Kematian Marie Denarnaud meninggalkan misteri harta karun
The Lost Treasure of Jerusalem
Legenda di Languedoc-Rousilon
Sauniere Tidak Sendiri
Misteri Harta Karun Templar

Sepeninggal Sauniére, Marie Denarnaud tinggal di vila Bethania hingga akhir Perang Dunia. Marie lalu menjual vila tersebut kepada Monsieur Noel Corbu dan diam-diam menjanjikan akan membuka rahasia besar itu sebelum dirinya meninggal.

Rahasia itu, ujar Marie, siapa pun yang memegangnya akan bisa membuatnya kaya-raya dan berkuasa. Pada hari Kamis, 29 Januari 1953, seperti majikannya dulu, tiba-tiba Marie terserang penyakit stroke yang membuatnya tidak bisa bicara dan meninggal, tanpa sempat mewarisi sebuah rahasia yang dipegangnya sampai ke liang lahat.

Banyak kalangan percaya, rahasia yang ikut terkubur bersama jasad Sauniére dan Marie lebih dari sekadar harta karun berupa emas atau pun batu permata. Jika demikian, apakah ini tentang suatu pengetahuan yang selama ini dikubur dalam-dalam? Oleh siapa?

Baca lebih lanjut